Pengertian motivasi usaha

  1. Motivasi adalah keadaan dalam diri individu, biasanya berupa dorongan (drive) yang menyebabkan seseorang berperilaku dalam memenuhi kebutuhan atau tujuan.
  2. Motivasi merupakan gabungan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) yang mengarahkan seseorang untuk bertingkah laku tertentu. Motivasi mengarahkan seseorang dalam berusaha
  3. Usaha yang dimaksud adalah suatu usaha yang kreatif atau inovatif yang dapat membangun suatu nilai (value) dengan menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh banyak orang
  4. Usaha tersebut dinamakan bisnis, yaitu sibuk melakukan aktivitas yang mendatangkan keuntungan dengan cara menjadi pekerja, pekerja lepas, penjual, pengusaha, atau  investor
  5. Seseorang disebut pekerja (employee) kalau dia bekerja pada orang, pekerja lepas (self employed) kalau dia bekerja untuk dirinya sendiri seperti pedagang dan kaum profesional, pengusaha (business owner) kalau orang bekerja pada dia,  sedangkan seorang investor mempekerjakan uangnya untuk dirinya.
 

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Konsep motivasi

  1. Motivasi humanistik menekankan kapasistas pertumbuhan individual, kebebasan mengejar cita-cita dan mengejar sesuatu yang berkualitas
  2. Motivasi humanistik berkaitan dengan konsep motivasi Maslow yang manyatakan bahwa kebutuhan dasar harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi
  3. Hirarki kebutuhan menurut Maslow terdiri dari (1) kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan sandang, pangan dan papan, (2) kebutuhan untuk mendapatkan rasa aman (safety needs) yaitu mendapatkan keamanan jiwa dan raga, termasuk keamanan dalam memenuhi kebutuhan fisiologisnya, (3) kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan sosial (social needs), yaitu kebutuhan untuk turut serta dalam kelompoknya, bergaul dan diterima orang lain, (4) kebutuhan mendapatkan penghargaan (esteem needs) yakni kebutuhan untuk mendapatkan prestise, pujian, atau pengakuan dari orang lain serta (5) kebutuhan untuk aktualisasi diri (self actualization needs) yakni kebutuhan untuk merealisasikan keinginan, dan kemampuannya
  4. Seseorang yang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperolehnya cukup besar akan terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya
  5. Seseorang yang tidak termotivasi biasanya tidak akan meluangkan usaha yang lebih optimal untuk melakukan suatu aktivitas.

Pembelajaran untuk bisnis dan usaha