Pengertian motivasi usaha

  1. Motivasi adalah keadaan dalam diri individu, biasanya berupa dorongan (drive) yang menyebabkan seseorang berperilaku dalam memenuhi kebutuhan atau tujuan.
  2. Motivasi merupakan gabungan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) yang mengarahkan seseorang untuk bertingkah laku tertentu. Motivasi mengarahkan seseorang dalam berusaha
  3. Usaha yang dimaksud adalah suatu usaha yang kreatif atau inovatif yang dapat membangun suatu nilai (value) dengan menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh banyak orang
  4. Usaha tersebut dinamakan bisnis, yaitu sibuk melakukan aktivitas yang mendatangkan keuntungan dengan cara menjadi pekerja, pekerja lepas, penjual, pengusaha, atau  investor
  5. Seseorang disebut pekerja (employee) kalau dia bekerja pada orang, pekerja lepas (self employed) kalau dia bekerja untuk dirinya sendiri seperti pedagang dan kaum profesional, pengusaha (business owner) kalau orang bekerja pada dia,  sedangkan seorang investor mempekerjakan uangnya untuk dirinya.
 

Konsep motivasi

  1. Motivasi humanistik menekankan kapasistas pertumbuhan individual, kebebasan mengejar cita-cita dan mengejar sesuatu yang berkualitas
  2. Motivasi humanistik berkaitan dengan konsep motivasi Maslow yang manyatakan bahwa kebutuhan dasar harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi
  3. Hirarki kebutuhan menurut Maslow terdiri dari (1) kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan sandang, pangan dan papan, (2) kebutuhan untuk mendapatkan rasa aman (safety needs) yaitu mendapatkan keamanan jiwa dan raga, termasuk keamanan dalam memenuhi kebutuhan fisiologisnya, (3) kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan sosial (social needs), yaitu kebutuhan untuk turut serta dalam kelompoknya, bergaul dan diterima orang lain, (4) kebutuhan mendapatkan penghargaan (esteem needs) yakni kebutuhan untuk mendapatkan prestise, pujian, atau pengakuan dari orang lain serta (5) kebutuhan untuk aktualisasi diri (self actualization needs) yakni kebutuhan untuk merealisasikan keinginan, dan kemampuannya
  4. Seseorang yang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperolehnya cukup besar akan terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya
  5. Seseorang yang tidak termotivasi biasanya tidak akan meluangkan usaha yang lebih optimal untuk melakukan suatu aktivitas.

Motivasi berprestasi

  1. David Mc Clelland menyebutkan adanya motivasi atau kebutuhan untuk berafiliasi (need for affiliation), berkuasa (need for power) dan berprestasi (need for acivement)
  2. Motivasi berprestasi adalah kebutuhan atau keinginan untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik atau lebih efisien dibandingkan dengan sebelumnya
  3. Murray juga mengatakan bahwa motivasi berprestasi adalah kebutuhan untuk meningkatkan prestasi (performance) yang baik, memecahkan masalah, serta mengerjakan tugas secepat mungkin adan sebaik-baiknya
  4. Orang yang memiliki motivasi berprestasi akan memilih tujuan moderat yang mampu diraih serta menghindari tujuan yang mudah atau terlalu sulit
  5. Ciri kedua orangyang mempunyai motivasi berprestasi adalah selalu memilih umpan balik langsung dan dapat diandalkan tentang cara meraih prestasi

Prestasi

  1. Menurut Gibson, prestasi (performance) dipengaruhi oleh motivasi (motivation) dan kemampuan (ability), sedangkan Miner menambahkan faktor ketiga, yaitu eksternal (external)
  2. Motivasi diketahui dari konsep motivasi Maslow ataupun motivasi berprestasi Mc Clelland
  3. Kemampuan dapat dimilki dengan pendidikan (formal, non formal atau informal), pelatihan da pengalaman
  4. Faktor ekonomi, teknologi, keamanan merupakan faktur eksternal yang mempengaruhi prestasi
  5. Prestasi dapat diukur dari jumlah (quantity), mutu (quality), kerja sama (cooperation) atau kehadiran (absence) guna menentukan produktivitasnya

Menetapkan tujuan

  1. Tujuan ditetapkan menggunakan pola SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Timebound)
  2. Specific (khusus) artinya tujuan yang ditetapkanharus fokus, jelas dan dirumuskan secara tertulis
  3. Measurable (dapat diukur) artinya terukur dengan suatu kriteria keberhasilan, baik kuantitatif ataupun kualitatif
  4. Achieveable (dapat dicapai), artinya dapat tercapai sesuai kemampuan atau ada seseorang yang pernah mencapainya
  5. Realistic (realistis), artinya sesuai degan keadaan, tidak terlalu mudah namun juga tidak terlalu sulit
  6. Timebound (batas waktu), artinya ada batasan waktu untuk mencapainya, baik jangka pendek, menengah ataupun panjang

Mencapai tujuan

  1. Untuk mencapai tujuan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : (1) menentukan tujuan, (2) evaluasi diri, (3) mencari strategi, (4) menyusun rencana, (5) melaksanakan kegiatan
  2. Tentukan tujuan dengan mendeskripsikan tujuantersebut dengan kalimat positif, menentukan indikator keberhasilan dan jangan lupa untuk mensosialisasikannya kepada relasi atau orang-orang terdekat
  3. Lakukan evaluasi diri dengan menentukan apa yang telah dihasilkan selama ini berikut pengorbananya, analisis hasil dan pengorbanan tersebut dan gunakan untuk memantapkan tujuan
  4. Carilah stategi untuk mencapainya dengan menganalisis masalah yang dihadapi pada waktu mencapai tujuan sebelumnya, susunlah alternatif cara mencapainya kemudian pilih alternatif terbaik.
  5. Susunlah rencana dengan menjabarkan alternatif cara mencapai tujuan dalam bentuk kegiatan, jadual serta sumber dan junmlah dana yang diperlukan
  6. Jalankan kegiatan sesuai rencana dan lakukan dengan konsisten, lakukan evaluasi dan perbaiki hasilnya.

Tujuan individu

  1. Untuk mendapatkan penghasilan, seseorang ada yang berusaha mendapatkan penghasilan tetap dengan bekerja keras menjadi pekerja (employee) atau pekerja lepas (self employed)
  2. Pekerja adalah seseorang yang bekerja untuk orang lain  atau bekerja pada seorang majikan, kantor pemerintahan, atau bekerja pada sebuah perusahaan.
  3. Pekerja lepas adalah seseorang yang bekerja untuk dirinya sendiri, yakni menjadi boss bagi dirinya sendiri, seperti menjadi seorang profesional (dokter, pengacara, konsultan, dsb) atau pekerja lepas lainnya yang menjajakan produk atau menjual jasa kepada pihak lain.
  4. Ada juga seseorang yang mendapatkan penghasilan pasif (passive income) yang diperoleh tanpa keharusan untuk bekerja keras dengan menjadi pengusaha (business owner) atau investor
  5. Pengusaha atau pemilik usaha adalah seseorang yang mengusahakan agar orang bekerja bagi dirinya, yaitu seseorang yang menciptakan sebuah usaha, mempekerjakan orang untuk bekerja dan mengendalikan sistem usaha yang diciptakannya itu.
  6. Investor adalah seseorang yang berusaha mendapatkan penghasilan dari uang yang dimilikinya dengan menginvestasikan uangnya dalam produk-produk investasi, harta-harta yang bersifat produktif dan barang-barang ciptaan.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.